Keenam, amar ma’ruf dan nahi mungkar

Di antara prinsip dari manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah berikutnya adalah mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari segala kemungkaran. Mereka mengamalkan hal tersebut sebagai bukti pengamalan terhadap firman Allah ‘Azza wa Jalla,

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, kalian menyuruh kepada yang ma’ruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 110)

Dan firman Allah ‘Azza wa Jalla,

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Hendaklah ada di antara kalian segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran: 104)

Begitu pula sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya. Dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim no. 49)

Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa kemungkaran haruslah diingkari. Seorang mukmin selayaknya mengingkari kemungkaran; tetapi di dalam mengingkarinya, hendaklah sesuai dengan kemampuannya.

Jika ia mampu menghilangkan dengan tangannya, maka ia hilangkan dengan tangannya. Sebagaimana pemerintah yang berkuasa dan berwenang serta orang-orang yang diberi wewenang oleh penguasa untuk tugas tersebut. Mereka mampu menghilangkan kemungkaran dengan tangan mereka. Demikian pula kepala keluarga juga memiliki kewenangan dalam rumah tangganya, sehingga ia bertanggung jawab menghilangkan kemungkaran yang terjadi di dalam keluarganya.

Siapa pun yang belum mampu mengingkari kemungkaran, hendaknya ia mengingkari kemungkaran dengan lisannya, yaitu dengan cara menasihati, mengingatkan, mengajak kepada kebaikan, serta melaporkan kemungkaran kepada pihak yang berkuasa dan berwenang dalam menanganinya.

Jika ia tidak mampu mengingkari keburukan dengan lisannya, maka ia bisa mengingkarinya dengan hatinya. Kemudian ia menjauhi kemungkaran dan tidak berteman atau bergaul dengan pelakunya, kecuali dalam rangka menasihatinya dan mengingkari perbuatannya.

Adapun Ahlus Sunnah wal Jama’ah, mereka melakukan amar ma’ruf nahi mungkar dalam rangka mengajak kepada kebaikan dan mencegah dari segala kemungkaran sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah ‘Azza wa Jalla, di dalam syariat-Nya. Bukan seperti yang dikatakan oleh golongan Mu’tazilah bahwa mengingkari kemungkaran berarti memberontak kepada penguasa meskipun pelanggaran yang dilakukan penguasa itu tidak sampai kepada kekufuran.

Mereka memberontak kepada penguasa dengan pedang dan mengatakan bahwa hal tersebut adalah bagian dari mengingkari kemungkaran. Sebab, di antara prinsip yang batil dari golongan Mu’tazilah adalah mereka memperbolehkan pemberontakan atau i’tizal terhadap penguasa apabila melakukan kemaksiatan, meskipun tidak sampai kepada kekufuran, dengan alasan amar ma’ruf nahi mungkar -menurut anggapan mereka-.

Sehingga mereka enggan untuk taat, keluar dari jemaah kaum muslimin, dan memecah persatuan kaum muslimin dengan alasan mengingkari kemungkaran. Padahal, yang mereka lakukan justru kemungkaran itu sendiri, dan bahkan lebih parah.

Maka bersabar terhadap penguasa meskipun darinya terdapat pelanggaran yang tidak sampai kepada kekufuran lebih utama daripada memberontak kepada penguasa. Bahkan, kerusakan yang terjadi jika ia bersabar dalam keadaan ini lebih ringan daripada kerusakan yang terjadi akibat pemberontakan terhadap penguasa, berupa kekacauan, pertumpahan darah, hilangnya rasa aman, dan kemudaratan lainnya.

Sedangkan Ahlus Sunnah wal Jama’ah bersikap pertengahan dalam masalah ini. Mereka memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla,,

وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ

“Dan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. At-Taubah: 71)

Di antara bentuk saling menolong yang mereka amalkan adalah bahwa mereka memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Ini merupakan bentuk saling memberikan loyalitas dan pertolongan. Faktor pendorongnya adalah kecintaan, bukan permusuhan maupun balas dendam.

Seorang muslim tidak akan membiarkan saudara muslimnya terus berada dalam kemaksiatan, bahaya, dan jalan yang dapat menjerumuskannya ke neraka, sementara ia mampu berusaha menyelamatkannya melalui amar ma’ruf nahi mungkar.

Namun hal itu haruslah dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah dijelaskan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesuai kemampuan dan kesanggupannya. Dan seseorang tidak boleh meninggalkan pengingkaran terhadap kemungkaran dalam keadaan apa pun.

Barang siapa yang tidak mengingkari kemungkaran, baik dengan lisannya, tangannya, maupun hatinya, maka ia bukan seorang mukmin sejati, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَا مِنْ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللهُ فِي أُمَّةٍ قَبْلِي إِلَّا كَانَ لَهُ مِنْ أُمَّتِهِ حَوَارِيُّونَ وَأَصْحَابٌ، يَأْخُذُونَ بِسُنَّتِهِ وَيَقْتَدُونَ بِأَمْرِهِ، ثُمَّ إِنَّهَا تَخْلُفُ مِنْ بَعْدِهِمْ خُلُوفٌ يَقُولُونَ مَا لَا يَفْعَلُونَ وَيَفْعَلُونَ مَا لَا يُؤْمَرُونَ، فَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِيَدِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِلِسَانِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَمَنْ جَاهَدَهُمْ بِقَلْبِهِ فَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَلَيْسَ وَرَاءَ ذَلِكَ مِنَ الإِيمَانِ حَبَّةُ خَرْدَلٍ

“Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi pada suatu umat sebelumku, kecuali Nabi itu memiliki penolong dan sahabat dari kalangan umatnya. Mereka mengambil sunahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian setelah mereka, datanglah generasi pengganti yang buruk. Mereka berkata tapi tidak mengerjakan, atau mengerjakan apa yang tidak diperintahkan. Barangsiapa melawan mereka dengan tangannya, maka ia mukmin. Barangsiapa melawan mereka dengan lisannya, maka ia mukmin. Barangsiapa melawan mereka dengan hatinya, maka ia mukmin. Dan setelah itu, tidak ada lagi iman walaupun sebesar biji sawi.” (HR. Muslim no. 50)

[Bersambung]

KEMBALI KE BAGIAN 7

***

Penulis: Chrisna Tri Hartadi

Artikel Muslim.or.id

 

Referensi:

Disarikan dari kitab Ma’alim Manhaj Ahlis Sunnah wal Jama’ah karya Syekh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan hafizhahullah, hal. 29–32.


PakarPBN

A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.

In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.

The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.

Jasa Backlink

Download Anime Batch

Similar Posts